Thursday, May 24, 2018

Malaikat Penyelamat dari Kejahatan Terhadap Anak

“Benteng kejahatan pada anak adalah orangtua perlu protektif betul, anak hanya boleh dipeluk-cium oleh keluarga inti, yaitu ayah dan ibu atau boleh kakek dan nenek. Ajarkan sejak dini. Kalau om tante, bagaimana? Lihat dulu, dalam rangka apa? Apalagi orang di luar keluarga,” ungkap Dra Soerjantini Rahaju MA Psikolog pada Seminar Parenting yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) dan Ikatan Walimurid Mudipat bekerjasama dengan Jawa Pos For Her Tangkis Community Competition di Auditorium TMB Mudipat, Kamis (24/08/2017).

Ninuk, sapaan akrabnya, mengatakan orangtua wajib jadi malaikat penyelamat dari kejahatan terhadap anak (pedofilia), karena kasus kekerasan seksual atau bulliying yang acap terjadi pelakunya adalah orang terdekat. Di hadapan 300 orangtua murid, selain mengampanyekan cegah kekerasan seksual, dia juga memaparakan anti bullying, dan internet sehat.

Perlu disadari kekerasan seksual terjadi bukan karena masalah moral si pelaku saja, tetapi juga soal biologis. Rangsangan pemicu pedofil berangkat dari pornografi atau bayangan mesum otak si pedofil. “Sehingga pelampiasannya kepada anak-anak kecil yang tidak berdaya,” sesalnya.

Titik awal menghindari terjdinya kejahatan itu yaitu latihlah agar mampu melindungi dirinya. Ajari anak berteriak minta tolong bila terjadi di tempat ramai, memberontak jika dipegang, berlari ke tempat aman. ”Mintalah anak melapor atau curhat jika terjadi hal-hal yang tidak wajar sekecil apapun, ‘paksa’ latih agar jangan takut atau malu,” terangnya.

Ninuk membeberkan tiga area yang perlu diwasapadai untuk mencegah pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak. Pertama area pihak ketiga di luar keluarga yang masuk di keluarga, seperti pengasuh, petugas antar jemput, dan teman-teman si anak. “Keluarga yang dekat dan sering ke rumah siapa saja harus diketahui. Pelaku tidak selalu wajah hitam berewokan, kadang kerabat dekat kita,” katanya.

Area kedua adalah si anak, bentengi dengan bekal pengetahuan yang cukup agar mampu menjaga diri. Sampaikan dengan edukatif, bahwa ada area-area tertentu di tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. “Jangan sentuh mulutku, dadaku, kemaluanku, dan pantatku,” lantai dosen berkacamata itu memeragakan. Anak jangan sampai kekurangan kasih sayang, kondisikan sejak dini anak dapat menjaga aurat di rumah, selesai mandi tutup bagian yang risih. Jangan biarkan anak membuka aurat.

Area ketiga adalah menutup kesempatan kekerasan seksual juga bullying pada anak serapat-rapatnya. Orangtua harus memberi teladan mulia dan selalu menasihati. “Memarahi anak harus pesannya yang nyampe bukan ‘sponsornya’ mata melotot muka jelek saja yang sampai dikenang anak,” kelakar Bu Ninuk. Dia juga mewanti-wanti agar anak diproteksi saat bermain gadget dan ditemani saat nonton TV. Kemudian biasakan anak ijin untuk keluar rumah. Kalau bertambah besar harus ada aturan jam dan pengaturan area privasi di rumah.

Pada kesempatan itu juga hadir aktivis #Stop Kekerasan Pada Anak Ibu Kurnia dan Putrinya Salma yang merupakan korban bullying di sekolahnya tapi bisa survive. Kurnia berbagi tips mendidik anak anti bullying, sarannya agar orangtua wajib mengenali betul lingkungan anak, teman-temannya, dan wadahi anak melakukan aktivitas positif yang produktif, seperti menulis atau menggambar. “ajak anak juga bermain. Anak bukan robot mereka perlu dimanja. Latih anak berani jujur karena korban perundungan biasanya tidak berani bercerita, tapi ‘paksa’ minta bercerita terus,” katanya.

Mengawali acara tersebut, Kumpul Dongeng Surabaya dihadapan seluruh siswi kelas 4 dan kelas 5 mendongeng seekor burung yang kelelahan terbang mencari ibunya kemudian didekap kucing disuruh tidur, setelah si burung terlelap, kucing bahagia dan merasa tipu muslihatnya berhasil. Si kucing hendak memangsa si burung tapi si burung kecil itu terbangun dan langsung teriak berlari dan minta tolong hingga si induk burung datang menyelamatkan anaknya.

Kisah itu mengajarkan anak-anak untuk tidak mudah lena dan tertipu bujuk rayu orang asing yang hendak menjahati kita. Kumpul Dongeng Surabaya lalu mengajak gadis-gadis belia Mudipat untuk menjaga dan menolak keras jika orang lain mau menyentuh bagian tubuhnya melalui lagu. Yaitu jangan sentuh mulutku, dadaku, kemaluanku, dan pantatku. (mly)

Alamat Sekolah

Pucang Anom 93 Surabaya 60282
East Java, Indonesia
Phone: +6231-5037648 / +6231-5020933
Fax: +6231-5037646 / +6231-5020933
Email: sdm4pucang@yahoo.com
Website: www.sdm4sby.com

Peta Sekolah

World Visitor