Monday, February 19, 2018

Artikel

Membentak Anak, ”Membunuh” Anak

Oleh Mulyanto

Dedaunan di sudut Kebun Bibit Wonorejo Surabaya masih berselimut embun Ahad (4/12) pagi, namun, batin saya bergolak, perut mual, dan kepala pening lantaran mendapati seorang anak perempuan usianya sekitar 8 tahun menangis sesegukan. Mata gadis belia ini sembab dan tampak terpukul batinnya. Ia ditinggal orangtuanya setelah dihardik terlebih dulu. Saya dekati dan tanyai, perkaranya si bocah ini menginginkan boneka baru seperti yang teman-temen sebayanya miliki.

SubhanAllah, seharusnya anak itu disayang sepenuh hati, sebagaimana teladan Rosulullah. Bagi Nabi mencium anak menjadi jalan disayangi Allah SWT. Abu Hurairah berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin 'Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro' bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro' berkata, "Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallampun melihat kepada Al-'Aqro' lalu beliau berkata, "Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati" (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318).

Mendidik anak harus dengan hati. Bukan dengan keluh kesah amarah. Anak titipan Allah SWT, kata Ust. Suhadi Fadjarai, anak seandainya bisa memilih lebih baik lahir dari orangtua yang iman taqwanya kuat juga hafal al-Quran, agar mampu mengantarkan anak-anaknya ke surga. Maka bersyukurlah yang dianugerahi anak, karena ia dipilih oleh Allah.

Membentak anak juga kadangkala dibarengi makian, pukulan, tamparan, tendangan, dan cubitan, untuk apa? Apa si anak ini sudah membunuh orang? Atau melakukan korupsi sehingga merugikan keuangan Negara hingga triliunan rupiah? Orangtua yang ringan tangan ini pasti tidak waras hati, pikiran, dan badannya.

Kalau mau jujur, tidak ada anak salah, semua pasti orangtua yang salah. Dasarnya anak akan melihat, mendengar, merasa, merekam, menyimpan, lalu akan mempraktikkan. Apa yang dipraktikkan? Ialah semua yang ia lihat dan dengar dari ucapan atau perbuatan orangtua sehari-hari, artinya kesalahan tetap sumbernya dari orangtua. Maka orangtua kasar pastilah anaknya kasar.

Terkait, kekerasan bentakan, Lise Gliot pada risetnya menemukan, setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak, dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

Gliot menyimpulkan risetnya, suara keras atau bentakan, dan kata kotor lainnya yang dilakukan orantuanya berakibat terbunuhnya sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut/sambil menyusui, maka rangkaian otak anak anak terbentuk indah bagai berlian.

 

Page 1 of 46

Alamat Sekolah

Pucang Anom 93 Surabaya 60282
East Java, Indonesia
Phone: +6231-5037648 / +6231-5020933
Fax: +6231-5037646 / +6231-5020933
Email: sdm4pucang@yahoo.com
Website: www.sdm4sby.com

Peta Sekolah

World Visitor