Saturday, April 29, 2017

SD Muhammadiyah 4 Surabaya - Sekolah Teladan Nasional

Sekolah “Non-Muhammadiyah" pun Kagumi Mudipat

Ustadzah Suhardini Nurhayati, M.Pd., Kepala SD Insan Amanah Malang –bersama 50 guru dan karyawannya–  berkali-kali menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya karena diterima berkunjung atau studi banding secara gratis di sekolah ini. “Terima kasih sebesar-besarnya kami di sini diberi ilmu, makan, dan diberi semua secara gratis. Semoga semua kebaikan sekolah ini membawa berkah. Aamiin,” katanya pada epilog kunjungan di Aula TMB, Jum’at (24/2/2017).

Read more: Sekolah “Non-Muhammadiyah" pun Kagumi Mudipat

 

Rabyn Jorgensen, Berlatihlah Renang

Olahraga renang memang tak populer seperti sepak bola di Indonesia. Namun, siapa sangka kalau olahraga air ini bisa membantu perkembangan otak dan gerak anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan, belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.

Dalam studi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 10 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.

Untuk mencegah adanya kemungkinan bias orang tua dalam penelitian, tim peneliti juga mengobservasi 180 anak berusia 3-8 tahun dalam penelitian. Jumlah partisipan tersebut membuat penelitian ini menjadi studi paling komprehensif di dunia tentang anak-anak terkait dengan renang.

Menurut Robyn Jorgensen, guru besar Universitas Griffith yang juga kepala penelitian ini, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today.

Robyn menambahkan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua.

 

Berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah. Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding populasi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.

 

Seperti diprediksi sebelumnya oleh para peneliti, anak-anak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.

Bukan hanya itu, anak-anak yang diajari berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.(*)

 

Menulis Itu Teman Sejati

Anas Ahmadi mempunyai pandangan tentang menulis. Menurut dosen Bahasa Indonesia Universitas Negri Surabaya itu semua orang memiliki kemampuan menulis. “Semua orang pada dasarnya punya kemampuan menulis, tinggal bagaimana mengasahnya, semakin diasah semakin pinter menulis“ jelas Anas dalam pelatihan menulis di Perpustakaan Bank Indonesia pada 23/03/2017. Dalam pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 4 Surabaya dan diikuti 64 siswa kelas III-IV itu Anas menjelaskan bahwa orang yang tidak cinta menulis pasti mengalami kesulitan dalam menulis.

Read more: Menulis Itu Teman Sejati

   

Staf Ahli Mendikbud Kunjungi Mudipat

SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya kedatangan tamu spesial dan kehormatan, Kamis (23 Februari 2017). Yaitu, staf ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Pembangunan Karakter Bapak Dr Arie Budhiman. Bapak Arie tiba di Mudipat (akronim Muhammadiyah 4) pukul 08.00 bersama sekretaris pribadinya yang langsung disambut atraksi panahan oleh pemanah cilik Mudipat dan tentu saja Bapak Arie "diserbu" salim oleh murid-murid sekolah berlabel Sekolah Teladan Nasional ini.

Read more: Staf Ahli Mendikbud Kunjungi Mudipat

 

Muh1da Ke Mudipat untuk Meneladani Sekolah Teladan

"Siapa yang belum pernah ke sini?" tanya Ustad Edy Susanto, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya kepada tamu spesial dari SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (Muh1da) di TMB Lt. 1, Jum'at siang (17/2/2017). Tampak empat dari 9 guru karyawan Muh1da mengangkat tangannya sembari senyum. "Kalau begitu mari kita keliling sekolah dulu sebentar," ucap Ustad Edy.

Read more: Muh1da Ke Mudipat untuk Meneladani Sekolah Teladan

   

Page 4 of 101

Alamat Sekolah

Pucang Anom 93 Surabaya 60282
East Java, Indonesia
Phone: +6231-5037648 / +6231-5020933
Fax: +6231-5037646 / +6231-5020933
Email: sdm4pucang@yahoo.com
Website: www.sdm4sby.com

Peta Sekolah

World Visitor