Tuesday, December 06, 2016

SD Muhammadiyah 4 Surabaya - Sekolah Teladan Nasional

Rabyn Jorgensen, Berlatihlah Renang

Olahraga renang memang tak populer seperti sepak bola di Indonesia. Namun, siapa sangka kalau olahraga air ini bisa membantu perkembangan otak dan gerak anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan, belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.

Dalam studi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 10 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.

Untuk mencegah adanya kemungkinan bias orang tua dalam penelitian, tim peneliti juga mengobservasi 180 anak berusia 3-8 tahun dalam penelitian. Jumlah partisipan tersebut membuat penelitian ini menjadi studi paling komprehensif di dunia tentang anak-anak terkait dengan renang.

Menurut Robyn Jorgensen, guru besar Universitas Griffith yang juga kepala penelitian ini, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today.

Robyn menambahkan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua.

 

Berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah. Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding populasi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.

 

Seperti diprediksi sebelumnya oleh para peneliti, anak-anak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.

Bukan hanya itu, anak-anak yang diajari berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.(*)

 

Main Belati Bisa Tangan Terpotong, Salah Ber-Sosmed Masa Depan Terpotong

Mendidik anak seyogyanya orangtua terlebih dahulu mendidik diri sendiri. Orangtua harus menanamkan karakter kuat dalam keseharian. Karakter itu dapat berupa kejujuran, sopan santun, berjiwa penolong, tertib, dan disiplin, serta tekun melaksanakan perintah Islam, rajin shalat, mengaji, dan berzakat. Terpenting, orangtua harus menjadi role model (teladan) dalam tutur tindak tanduk keseharian. Orangtua harus sehat badan dan sehat hati dalam mendidik anak.

Read more: Main Belati Bisa Tangan Terpotong, Salah Ber-Sosmed Masa Depan Terpotong

 

Ust. Edy: Mari Kawal Pendidikan Karakter dan Aqidah Anak

Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Ust. Edy Susanto, M.Pd. mengajak seluruh orangtua murid sekolah ini untuk mengambil peran utama dalam mengawal pendidikan anak dengan sebenar dan sebaik-baiknya. Itu disampaikan pada Seminar Parenting "Tantangan Mendidik Anak di Tengah Maraknya Sosmed" yang diselenggarakan IKWAM Mudipat di Aula The Millennium Building, Sabtu, 29 Oktober 2016.

Read more: Ust. Edy: Mari Kawal Pendidikan Karakter dan Aqidah Anak

   

Gelar Workshop Literasi Agar Kian Berprestasi

Survei sastrawan Taufik Ismail di 13 negara menemukan rerata negara mengharuskn siswa SMA membaca paling sedikit 5 sampai 6 buku perhari, bahkan di Amerika Serikat mewajibkan siswanya ‘mengunyah’ 32 buku perhari. Sementara di negara kita 0 buku. Sungguh ironis. Penggagas dan Konsultan Literasi Nasional Satria Dharma membenarkan hal tersebut. Bahwa budaya literasi harus benar-benar dijiwai segenap bangsa. Orangtua di rumah berliterasi, guru di sekolah berliterasi serta anak-anak pelajar di manapun harus membiasakan berliterasi. Habit literasi inilah yang akan menderek bangsa ini menuju puncak digdaya.

Read more: Gelar Workshop Literasi Agar Kian Berprestasi

 

Tim Mudipat Juara 1 Futsal

Alhamdulillah, tim Futsal SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kembali meraih Juara 1 Liga Futsal Pelajar Muhamamdiyah se-Kota Surabaya dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-107 Hijriayah /104 Masehi, di SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya, 15-16 Okotber 2016. Prestasi membanggakan ini dipersembahkan skuad Mudipat atas kerja keras dan buah kesungguhan bocah-bocah Mudipat.

Read more: Tim Mudipat Juara 1 Futsal

   

Page 4 of 93

Alamat Sekolah

Pucang Anom 93 Surabaya 60282
East Java, Indonesia
Phone: +6231-5037648 / +6231-5020933
Fax: +6231-5037646 / +6231-5020933
Email: sdm4pucang@yahoo.com
Website: www.sdm4sby.com

Peta Sekolah

World Visitor