Thursday, February 23, 2017

SD Muhammadiyah 4 Surabaya - Sekolah Teladan Nasional

Ingin Jadi Kupu-kupu, SDM 9 Banjarmasin ke Pucang

"Saya membawa 40 pasukan, kami mau belajar banyak, Pak Edy," ucap Kepala SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin Ustadzah Ir. Hj. Tri Hariani Sawitri, S.Pd. pada penyampaian maksud dan tujuan menyelenggarakan studi banding ke SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya di Meeting Room TMB, Senin, 23 Januari 2017.

Read more: Ingin Jadi Kupu-kupu, SDM 9 Banjarmasin ke Pucang

 

Rabyn Jorgensen, Berlatihlah Renang

Olahraga renang memang tak populer seperti sepak bola di Indonesia. Namun, siapa sangka kalau olahraga air ini bisa membantu perkembangan otak dan gerak anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research, Australia, menyatakan, belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.

Dalam studi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 10 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.

Untuk mencegah adanya kemungkinan bias orang tua dalam penelitian, tim peneliti juga mengobservasi 180 anak berusia 3-8 tahun dalam penelitian. Jumlah partisipan tersebut membuat penelitian ini menjadi studi paling komprehensif di dunia tentang anak-anak terkait dengan renang.

Menurut Robyn Jorgensen, guru besar Universitas Griffith yang juga kepala penelitian ini, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today.

Robyn menambahkan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua.

 

Berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah. Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding populasi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.

 

Seperti diprediksi sebelumnya oleh para peneliti, anak-anak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.

Bukan hanya itu, anak-anak yang diajari berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.(*)

 

Ust Edy: Untuk Bermutu Kepala Sekolah Siap Menjadi "Tumbal"

Untuk menjadi sukses sekolah harus menjadikan mutu sebagai budaya secara konsisten. Kepala sekolah dan guru harus lebih fasih memberi teladan daripada berkhutbah di hadapan murid. Meskipun membesarkan sekolah “tumbalnya” kadang kepala sekolah karena top leader. Sedikit mengorbankan keluarga, tidak apa-apa demi membesarkan sekolah. Demikian disampaikan Ustad Edy Susanto, M.Pd, Kepala SD Muhammadiyah  4 Pucang Surabaya pada Workshop Sekolah Berkarakter dan Berbudaya Mutu bertema School Based on Quality and Character diselenggarakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik di auditorium Universitas Muhammadiyah Gresik, Sabtu (21/1).

Read more: Ust Edy: Untuk Bermutu Kepala Sekolah Siap Menjadi "Tumbal"

   

Mantapkan Iman Islam di PIK 2017

Jujur saja, persentase pemberian nutrisi religiusitas di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya jauh lebih banyak daripada nutrisi pendidikan umum. Dan, nutrisi ini dibagi berimbang antara religius ritual dengan religius spiritual. Tujuannya adalah untuk menyiapkan generasi emas Islami masa depan. Bentuk nutrisi religiusitas ini salah satunya berupa PIK (pemantapan Iman dan Keislaman) yang diselenggarakan di sekolah ini saban tahun. Untuk kelas 6 PIK diselenggarakan Jumat-Sabtu (2-21 Januari 2016).

Read more: Mantapkan Iman Islam di PIK 2017

 

Ikhtiar Sehat Ala Rasulullah

Thibbun nabawi adalah metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah. Ada tiga cara pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sesuai dengan hadits Bukhari yang berbunyi “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay (sundutan) dengan api, sesungguhnya aku melarang umatku dari kay." (HR. Bukhari). Bekam adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh dengan cara menyedot pada sayatan ringan di kulit tubuh.

Read more: Ikhtiar Sehat Ala Rasulullah

   

Page 4 of 98

Alamat Sekolah

Pucang Anom 93 Surabaya 60282
East Java, Indonesia
Phone: +6231-5037648 / +6231-5020933
Fax: +6231-5037646 / +6231-5020933
Email: sdm4pucang@yahoo.com
Website: www.sdm4sby.com

Peta Sekolah

World Visitor